1.1 C
Alba Iulia
Senin, Juni 1, 2020

Stop Pengrusakan Lingkungan, Pulihkan Hak Warga BTN Cakra Hidayat Recidence

Must Read

Wisudawati asal Haltim ini Raih Predikat Sangat Memuaskan di Yayasan Sandi Karsa Makassar

LENTERA SULSEL – Salah satu  wisudawati asal Kabupaten Halmahera Timur meraih Predikat Sangat memuaskan pada Yayasan Pendidikan...

Velicia Huston On growing up and growing older in Hollywood

Dropcap the popularization of the “ideal measure” has led to advice such as “Increase font size for large screens...

Yayasan Sandi Karsa gelar Malam Lepas Sambut Fakultas

LENTERA SULSEL – Yayasan Pendidikan Karya  Anak Bangsa, Sandi karsa Makassar gelar malam lepas sambut tiga Fakultas,...

LENTERA SULSEL — Dewasa ini perusakan lingkungan tidak hanya dilakukan oleh kegiatan bisnis ekstraktif seperti tambang dan perkebunan. Melainkan ada aktor baru yakni pemilik bisnis property yang dilakukan oleh PT Hidayat Anugrah Pratama yang membangun perumahan subsidi yang tidak layak secara ekologis.

PT Hidayat Anugrah Pratama adalah perusahaan yang membangun perumahan subsidi di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Gowa. Perusahaan tersebut telah mendapatkan penghargaan dari BANK BTN Syariah atas keberhasilannya dalam memasarkan rumah, namun ternyata penghargaan tersebut berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di lapangan. Perumahan yang dibangun oleh PT Hidayat Anugrah Pratama yaitu BTN Cakra Hidayat Recidence adalah perumahan yang tidak layak secara ekologis karena setiap tahun warga perumahan mengalami banjir. Perumahan tersebut tidak memiliki perencanaan yang baik, sehingga WALHI Sulawesi Selatan sangat mengutuk keras BANK BTN Syariah yang memberikan penghargaan tanpa melihat secara langsung dampak dari pembangunan perumahan BTN Cakra Hidayat Recidence.  

WALHI Sulawesi Selatan juga meminta kepada kementerian PUPR agar mengevaluasi dan menindak tegas kepada PT Hidayat Anugrah Pratama yang membangun perumahan tanpa memperhatikan lingkungan yang baik dan sehat.  Saat ini, WALHI Sulawesi Selatan bersama masyarakat di perumahan BTN Cakra Hidayat Recidence, Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan sedang berjuang untuk mendapatkan hak atas tempat tinggal yang layak dan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

WALHI Sulawesi Selatan telah melayangkan somasi kepada PT Hidayat Anugrah Pratama, somasi tersebut telah ditanggapi oleh PT Hidayat Anugrah Pratama melalui kuasa hukumnya, namun dalam tanggapan tersebut sama sekali tidak membahas substansi dan tuntutan warga, sehingga kami menilai tanggapan somasi tersebut tidak memberikan jawaban atas tuntutan yang kami layangkan dalam somasi.

Sebagaimana hasil investigasi dan kajian ruang yang kami lakukan, WALHI Sulawesi Selatan menemukan bahwa pada tahun 2016 sampai dengan 2019, perumahan BTN Cakra Hidayat Recidence yang terletak di Desa Taeng, Kab Gowa Sulawesi Selatan terjadi banjir yang menggenangi kurang lebih 354 rumah warga, banjir tersebut disebabkan karena pihak PT Hidayat Anugrah Pratama selaku Pemilik dan Penanggungjawab membangun perumahan BTN Cakra Hidayat Recidence didaerah persawahan yang topografinya rendah dibanding daerah di sekitarnya dan berada tepat di pinggir kanal yang daya tampungnya rendah. Sehingga ketika hujan terjadi, perumahan BTN Cakra Hidayat Recidence menerima luapan air dari kanal serta air dari daerah lain yang topografinya lebih tinggi, banjir tersebut tidak hanya disebabkan karena alih fungsi lahan, tetapi karena saluran air yang dibangun oleh pihak developer di perumahan BTN Cakra Hidayat Recidence tidak mampu menampung debit air hujan dari daerah yang memiliki topografi lebih tinggi dibanding lokasi perumahan, banjir tersebut telah menimbulkan kerugian pada warga perumahan BTN Cakra Hidayat Recidence yaitu kerugian materil maupun immateril yang sangat besar, banjir yang tiap tahun terjadi tersebut kami yakini disebabkan karena perencanaan yang buruk.

WALHI Sulawesi Selatan menilai bahwa sekalipun sejak awal telah dapat diperhitungkan akan menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan hidup dan warga perumahan, pihak developer tidak melakukan perencanaan yang tepat guna mencegah dampak dari pembangunan perumahan tersebut dan meskipun pembangunan perumahan tersebut secara nyata telah menimbulkan dampak bagi lingkungan hidup dan warga perumahan, PT. Hidayat Anugrah Pratama tidak melakukan upaya yang tepat untuk mencegah terjadinya banjir. Hal ini menunjukan bahwa pihak developer abai terhadap keselamatan warga yang merupakan konsumen PT. Hidayat Anugrah Pratama. banjir yang terjadi di BTN Cakra Hidayat Recidence tidak hanya terjadi satu kali tapi berulang kali. Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya langkah-langkah yang tepat dan efektif yang dilakukan oleh PT. Hidayat Anugrah Pratama.

Berangkat dari permasalahan tersebut, PT. Hidayat Anugrah Pratama selaku pemilik bisnis property sekaligus penanggung jawab memiliki kewajiban hukum dan tanggung jawab untuk menghormati, melindungi dan menenggakan hak asasi manusia. Kewajiban dan tanggung jawab ini tidak hanya amanat undang-undang tetapi merupakan amanat Undang-Undang Dasar NRI 1945. Sebagaimana dalam Pasal 28J ayat (1) setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain itu, lingkungan hidup yang sehat dan baik adalah hak asasi dan hak konstitusional setiap warga negara Indonesia termasuk warga BTN Cakra Hidayat Recidence sehingga kewajiban developer adalah membangunan perumahan subsidi yang layak secara ekologis. Perbuatan yang dilakukan oleh developer yang membangun perumahan subsidi tidak layak secara ekologis adalah perbuatan yang bertentangan dengan Pasal 28H ayat (1) setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Berdasarkan hal-hal diatas, kami menuntut dan mendesak PT. Hidayat Anugrah Pratama :

  1. Bertanggungjawab atas banjir yang dialami oleh Warga BTN Cakra Hidayat Recidence
  2. Membangun tanggul yang layak di antara kanal dan perumahan BTN Cakra Hidayat Recidence
  3. Membuat  saluran air (drainase) baru di luar perumahan BTN Cakra Hidayat Recidence
  4. Memberikan informasi yang benar dan jelas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
  5. Mendesak kementerian PUPR untuk mengevaluasi dan menindak tegas PT Hidayat Anugrah Pratama

Narahubung : Tabirul Haq (Staf Advokasi Hukum WALHI-082291451041)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Wisudawati asal Haltim ini Raih Predikat Sangat Memuaskan di Yayasan Sandi Karsa Makassar

LENTERA SULSEL – Salah satu  wisudawati asal Kabupaten Halmahera Timur meraih Predikat Sangat memuaskan pada Yayasan Pendidikan...

Velicia Huston On growing up and growing older in Hollywood

Dropcap the popularization of the “ideal measure” has led to advice such as “Increase font size for large screens and reduce font size for...

Yayasan Sandi Karsa gelar Malam Lepas Sambut Fakultas

LENTERA SULSEL – Yayasan Pendidikan Karya  Anak Bangsa, Sandi karsa Makassar gelar malam lepas sambut tiga Fakultas, yakni Akademi Farmasi, Akademi Keperawatan...

‘Cobra Kai’ Season 2 is a Fun, Tragic Journey That Leaves You Wanting More

When we get out of the glass bottle of our ego and when we escape like the squirrels in the cage of our personality...

Stop Pengrusakan Lingkungan, Pulihkan Hak Warga BTN Cakra Hidayat Recidence

LENTERA SULSEL -- Dewasa ini perusakan lingkungan tidak hanya dilakukan oleh kegiatan bisnis ekstraktif seperti tambang dan perkebunan. Melainkan ada aktor baru...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -